Selamat Datang

Senin, 07 Oktober 2013

KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 NAPABALANO#




NAMA                                 : HIKMAH
NOMOR STAMBUK         : A1D1 08 013
PROGRAM STUDI            : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JUDUL PENELITIAN        : KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 NAPABALANO
DOSEN PEMBIMBING    : Dr. H. Hilaluddin Hanafi, M. Pd. dan Lilik Rita Lindayani, S. Pd., M. Hum.
Tahun skripsi                       : 2012


ABSTRAK
Penelitian ini berjudul kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMAN 1 Napabalano. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMAN 1 Napabalano, yang kemudian diharapkan dapat memberi manfaat, yang salah satunya untuk memberikan informasi tentang kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMAN 1 Napabalano. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMAN 1 Napabalano tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 130 orang siswa, dan sampel dalam penelitian ini adalah 95 orang .
Kata kunci: menulis dan pidato


BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan. Menulis merupakan segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangkaian mengungkapkan gagasan dan menyampaikan dalam bahasa tulis kepada orang lain agar mudah dipahami.
Sebagai pengungkapan gagasan dari kegiatan menulis itu dapat dilakukan dengan cara menulis teks pidato. Menulis teks pidato merupakan salah satu bentuk kegiatan kreatif yang dilakukan oleh manusia untuk mengungkapkan segala ide dan gagasannya, baik itu dihadirkan dari proses berpikir ataupun dari realita kehidupan masyarakat lingkungan sekitar.
Pidato adalah ucapan yang tersusun dengan baik dan ditujukan kepada orang banyak. Pidato menjadi salah satu bagian kebudayaan umat manusia yang cukup dominan dalam menyampaikan informasi, mengabarkan sebuah pesan, menjelaskan ide-ide, menyebarluaskan pengetahuan atau menjelaskan penemuan-penemuan mereka kepada orang lain untuk diikuti dan sebagainya. Berpidato merupakan seni percakapan atau seni  berkata-kata yang didukung dengan wawasan keilmuan yang luas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu jenis menulis yang penting dikuasai oleh siswa adalah menulis pidato. Menulis pidato dikatakan penting karena siswa dilatih dan dituntut untuk berpikir logis dan kritis sebab dasar pidato adalah berpikir kritis dan logis (Keraf, 1999:3).

1.2    Kajian Pustaka
1.2.1    Konsep Menulis

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut kalau memahami bahasa dan grafis itu. Gambar atau lukisan mungkin dapat menyampaikan makna-makna, tetapi tidak menggambarkan kesatuan bahasa. Menulis merupakan representasi bagian dari ekspresi bahasa. Hal ini merupakan perbedaan utama antara menulis dan melukis (Tarigan, 1985:20).
Parera (1987:4) menyatakan bahwa yang termaksud dalam keterangan menulis dan membahasakan adalah keterangan membaca ejaan, tanda baca, pembentukan kata, penggunaan kalimat, pemilihan kata, pengefektifan kalimat, dan membahasakan dengan cermat,tepat, logis, fdan konsisten.

1.2.2    Pidato
1.2.2.1    Pengertian Pidato

Pidato adalah suatu bentuk komunikasi, pembicara menyampaikan terjadi keterlibatan dari pembicara, pendengar, bunyi, efek, konteks, pesan, dan media yang menyampaikan penyajian kemasan pesan yang dirancang (Suhanding, 2009:28).
Pidato yang baik akan dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Unsur yang berhubungan dalam pidato yaitu pembicara, pendengar, dan situasi.

1.2.2.2    Tujuan pidato
Menurut Lagousi (1986:31-37) bahwa tujuan pidato pada umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini:
1)    Memengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela.
2)    Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
3)    Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.

1.2.2.3    Ciri-ciri pidato yang baik
Hakim (2010:33-38) mengemukakan bahwa pidato yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)    Mengandung tujuan yang jelas
2)    Isi pidato mengandung kebenaran
3)    Cara penyampaiannya sesuai dengan kondisi pendengar
4)    Penyampaian jelas dan menarik
5)    Akurasi materi
6)    Kejelasan materi
7)    Relevansi materi
8)    Hindari hidden context

BAB II METODE PENELITIAN
1.1    Metode dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Deskriptif yaitu mendeskripsikan data penelitian secara objektif tentang kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano, sedangkan kuantitatif maksudnya data yang terkumpul diolah berdasarkan prinsip-prinsip statistik.
Ditinjau dari jenisnya, penelitian ini dikategorikan peneltian sekolah. Dikatakan demikian, karena data penelitian ini diperoleh di sekolah dengan keterlibatan langsung peneliti ke sekolah tempat penelitian.

1.2    Populasi dan Sampel Penelitian
1.2.1    Populasi Penelitian

Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano yang terdaftar tahun 2011/2012. Sesuai dengan observasi yang dilaksanakan, jumlah keseluruhan siswa teks pidato siswa kelas X adalah sebanyak 130 orang yang terbagi dalam 5 kelas.

1.2.2    Sampel Penelitian
Karakteristik populasi ini bersifat heterogen. Dikatakan heterogen karena kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano berbeda-beda atau bervariasi dalam menulis teks pidato. Dari jumlah 130 populasi yang disebutkan tersebar pada 5 kelas yakni X1-X5 akan ditarik sampel sebanyak 95 siswa atau 5% taraf kesalahan dari populasi. Hal ini berdasarkan pandangan Isaak dan Michael (Sugiyono, 2006:97-98). Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel ini menggunakan teknik Propotionate Stratified Random Sampling yaitu mengambil sampel secara acak dari keterwakilan masing-masing strata keseluruhan populasi.

1.2.3    Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan menulis teks pidato. Siswa diberi kebebasan memilih sendiri topik pidato yang telah disediakan, sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan masing-masing dengan memerhatikan struktur penulisan pidato atau berdasarkan kerangka pidato yang sudah disiapkan. Adapun yang dilakukan siswa adalah menulis sebuah teks pidato dengan topik yang ada dengan memilih salah satu yang diinginkan berdasarkan pengetahuan dan wawasan terhadap topik yang telah dipilihnya. Tes ini dilakukan dalam satu kali pertemuan atau 2x45 menit (2 jam pelajaran).

1.2.4    Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh dari hasil tulisan siswa setelah terkumpul, diolah untuk menentukan tulisan yang bercorak teks pidato, setelah itu diamati sesuai dengan aspek yang diteliti. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi:
1)    Peneliti menyiapkan kerangka pidato yang akan disusun menjadi sebuah teks pidato.
2)    Siswa menyiapkan alat-alat tulis yang mendukung kegiatan menulis teks pidato.
3)    Peneliti memberikan sedikit materi pengantar tentang menulis sebuah teks pidato selama 10-15 menit.
4)    Guru dan peneliti membagikan lembar kerja.
5)    Siswa diberi kesempatan untuk menulis teks pidato berdasarkan kerangka yang disiapkan.
6)    Setelah waktu yang diberikan selesai, lembar kerja siswa dikumpul.

1.2.5    Teknik Analisis Data
Data yang dikumpulkan, selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kuatitatif dengan presentasie. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan hasil penelitian berdasarkan kenyataan objektif yang diperoleh di sekolah yaitu berupa hasil tes menulis teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano, penggunaan rancangan kuantitatif didasarkan atas pertimbangan bahwa apa yang dianalisis dalam hubungan antara satu dengan yang lain didukung dengan angka-angka untuk menandai tingkat kemampuan menulis teks pidato tersebut baik secara individual maupun secara klasikal.

BAB III PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
3.1    Deskripsi Kemampuan Menulis Teks Pidato setiap Aspek
3.1.1    Aspek kesesuaian Isi dengan Topik Pidato

Kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano pada aspek kesesuaian isi dengan topik pidato dapat dilihat pada table berikut.
Tabel 1
No.    Perolehan skor (x)    Nilai    Frekuensi (f)    Presentase
1    4    100    36    37,89%
2    3    75    52    54,74%
3    2    50    7    7,37%
4    1    25    -   
Jumlah        95    100%

Berdasarkan uraian rentang nilai dan skor, siswa dikatakan mampu secara klasikal dalam memahami aspek kesesuaian isi dengan topik dalam menulis teks pidato. Dikatakan demikian, karena presentase kemampuan klasikal yang dicapai oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano mencapai 92,63%. Hal tersebut berarti kemampuan klasikal lebih tercapai sebab mencapai kriteria kemampuan klasikal yang ditetapkan yakni 85%.

3.1.2    Aspek Kelengkapan Struktur Teks Pidato
Kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano pada aspek kelengkapan struktur  teks pidato dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2
No.    Perolehan skor (x)    Nilai    Fekuensi (f)    Presentase
1    4    100    71    74,74%
2    3    75    21    21,10%
3    2    50    3    3,16%
4    1    25    -   
            95    100%

Berdasarkan uraian rentang nilai dan skor, siswa dikatakan mampu secara klasikal dalam memahami aspek kesesuaian isi dengan topik dalam menulis teks pidato. Dikatakan demikian, karena presentase kemampuan klasikal yang dicapai oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano mencapai 96,84%. Hal tersebut berarti kemampuan klasikal telah tercapai sebab mencpai kriteria kemampuan klasikal yang ditetapkan yakni 85%.
3.1.3    Interprestasi Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis presantase data yang dilakukan pada setiap anak aspek yang diteliti, dapat diketahui bahwa kemampuan menulis teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Napabalano dari setiap aspek yang diteliti menunjukan presentase atau hasil yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Rachman. 2010. Kiat Jitu Mahir Pidato. Yogyakarta: Shira Media
Hendrikus, Dori Wuwur. 1990. Retorika. Yogyakarta: PT Kanisius
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R dan D. Bandung: Penerbit Alfabeta
Tarigan, Hendry Guntur. 1985. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Nurudin.2010. Dasar-Dasar Penulisan. Malang: UMM Pres

Tidak ada komentar:

Posting Komentar